Meekaela's

Argo Parahyangan

Sudah lama sekali aku tidak naik kereta api. Minggu lalu, aku dan temanku memutuskan naik kereta api menuju Jakarta dari Bandung. Nostalgia. Sewaktu masih sering mudik ke Semarang dengan kereta, aku suka pesan kopi susu, atau kalau sedang lapar berat, pesan mie rebus dengan telor. Jadi, kemarin aku dan temanku melakukan kebiasaan itu. Temanku pesan mie rebus plus telor dan aku pesan kopi susu.

Ternyata rasanya tidak senikmat dulu. Temanku tidak menghabiskan mie rebusnya, katanya kurang nikmat. Dan aku tidak menerima kopi susu dalam gelas besar yang ada pegangannya seperti dulu. Kemasan kopi susunya diganti gelas kertas plus pipet pipih, mirip kemasan kalau kita beli kopi di kafe di mal. Rasanya juga standar kopi susu sachet yang diseduh air panas. Memoriku tentang kopi susu yang dibuat dari kopi bubuk diseduh air panas plus susu kental manis jadi hilang.

Semoga kopi susuku di kereta Argo yang lain masih bisa dipesan. Sedap betul rasanya.

Campak Mini

Campak mini atau bahasa awamnya tampek. Baby Farrell kena campak mini. Awalnya pilek di hari Sabtu. Aku agak heran juga, dapat pilek dari mana? Orang serumah sehat – sehat aja. Dikasih aja obat pilek. Hari Senin si Embak bilang Farrell demam, dan minta dibelikan obat penurun panas karena persediaan di rumah sudah habis. Aku tidak sempat mampir ke apotik, jadi aku sms suamiku belikan semua obat penurun panas, obat pilek, dan obat batuk untuk jaga – jaga. Aku masih mengira ini sakit flu biasa, Farrell sudah pernah kena batuk pilek demam. Pas Maghrib aku lihat di kakinya ada bentol merah. Aku khawatir dia kena Demam Berdarah.

Malamnya, aku mulai khawatir, demamnya cukup tinggi. Baby Farrell masih tidur seperti biasa, jam 7 malam setelah aku memberinya obat penurun panas dan obat pilek. Jam 10 malam, Farrell bangun. Dia tidak mau tidur lagi, jadi aku menemaninya bermain sambil menonton televisi. Jam 12 malam, bayiku belum juga tidur. Aku raba dahinya, terasa hangat, perkiraanku 38 C. Aku beri lagi dia obat penurun panas. Farrell tertidur.

Jam 2 malam bayiku terbangun lagi dan menangis, aku gendong. Aku kira dia haus, tetapi botol susunya ia tolak. Terus saja Farrell merintih berjam – jam, membuat aku dan suamiku kebingungan. Kami bergantian meninabobokan Farrell, tapi sia – sia. Berjam – jam Farrell minta gendong sambil terus menangis. Menjelang pagi aku lihat ada semacam bekas luka kemerahan di dada kanan mengarah ke leher. Read the rest of this entry »

Menu Bubur Baru Baby Farrell

Baby Farrell udah 8 bulan. Dua minggu terakhir ini, ada 3 menu bubur baru buat dia. Bubur nasi pakai daging sapi cincang, Bubur nasi pakai hati ayam, dan Bubur nasi pakai kuning telur. Telurnya direbus dulu, lalu kuningnya dihaluskan dan dicampurkan ke bubur. Dari 3 menu barunya, Baby Farrell ndak begitu suka bubur nasi pakai daging. Mungkin karena tekstur daging tidak bisa lembut seperti bahan yang lain yang pernah dia makan.

Sayurnya masih seperti yang kemarin, yang wajib ada sih wortel. Kadang dicampur sama brokoli atau bayam. Sempat juga dicoba kacang polong.

Syukur deh, udah dicoba macem – macem makanan, sehat – sehat aja tuh Baby Farrell. Tidak timbul alergi.

Bubur Ikan untuk Bayi

Aku memasak bubur ikan salmon lagi untuk baby Farrell. Hasil memasak bubur ikan yang pertama, masih saja ada bau amis dari ikan salmonnya. Padahal sudah diberi jahe dan sereh. Meskipun baby Farrell lahap makan buburnya, aku kepingin sekali membuat bubur ikan yang bau amisnya tidak tercium. Aku baru tahu bagaimana supaya buburnya tidak amis. Kemarin aku tambahkan sekitar 7 lembar daun seledri yang dicincang halus ke bubur. Buburnya jadi wangi, bau daun seledri. Dan yang penting, baby Farrell tetep lahap makan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.