Mendadak Langsing
1 Juli 2009
Akhir – akhir ini, saya sering dikira sedang diet ketat. Kehilangan sekitar 3 kilo dari bobot sebelumnya membuat saya nampak langsing. Dari komentar “Kapan ya saya terakhir ketemu Mee, kok sekarang beda…” atau “Mee sekarang kurusan…” sampai tuduhan “Mau merit ya Mee, ngelangsingin badan?!” atau komentar iseng – iseng ngeselin “Lagi stres lu yak sampai lupa makan?” ada juga yang wawancara serius nanyain metode diet bagaimana yang saya ikuti, ingin meniru.
Saya sih cari lalaki yang bisa menerima saya apa adanya, dalam senang maupun susah, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya maupun kurang kaya (ngga sampai miskin loh…), dalam montok maupun langsing… Read the rest of this entry »
Ketika Menunggu Batavia
2 Juni 2009
Ini kali pertama kepulangan saya dengan melayang di udara. Mempertimbangkan kondisi badan yang masih rapuh, saya berburu tiket pesawat untuk mudik. Batavia Air akhirnya terbeli, yang paling sesuai budget.
Belum saya putuskan apakah saya akan pakai lagi maskapai ini di lain waktu. Jam karetnya membuat tekanan darah saya meninggi. Meski begitu, tidak ikut saya dalam huru hara para calon penumpang yang emosinya sudah meninggi. Saya pikir percuma, hanya ada staf lapangan yang ‘ndingkluk’ tak berdaya dibentak banyak orang, ketika mereka tahu faktanya bahwa pesawatnya tidak ada. Mereka pun tidak bisa beri informasi yang akurat. Ke mana para middle manager nya? Yang ngurusi jadual penerbangan, atau yang berani bertanggung jawab kalau ditanya pelanggan belagu macam saya. Read the rest of this entry »
Seorang Pria dan Keluarganya yang Baik Hati
8 Mei 2009
Pak Pitoyo akhirnya menawarkan rumahnya sebagai tempat menginap.
Kalau mau kondisi seadanya, Mbak. Silahkan menginap di rumah saya saja.
Rumah Pak Pitoyo ada kebun stroberi nya lho, Mbak…(yang ini kata Pak Ade, membujuk kami supaya mengikuti saran temannya saja).
Tentu saja beliau tidak memaksa. Kami tetap boleh mencari penginapan di luar. Tapi kami iyakan saja tawarannya. Apa yang membuat kami percaya? Kami sama – sama orang Jawa. Rasis? Engga ah… Berasa akrab saja karena kami jadi bisa mencoba kemampuan bahasa jawa kromo inggil kami. Wuih, belepotan! Memalukan. Read the rest of this entry »
Cibodas, Euy!
8 Mei 2009
Libur nyontreng. Empat hari yang membosankan. Andai saya punya uang berlebih – lebih, tidak perlu saya menjadual kegiatan mudik saya. Akan saya datangi stasiun Gambir setiap kali ada long weekend seperti dulu – dulu.
Untunglah kawan seperjuangan dalam derita ada di Jakarta. Wica tidak mudik, horeeee… Oke, di hari nyontreng ini, saya cukup menghabiskan waktu di salon langganan, potong rambut. Supaya pikiran saya yang kusut penuh masalah ini tidak kentara di wajah saya. Konon, kata para ahli tata rambut, potongan rambut yang sesuai akan membuat wajah nampak lebih muda. Mudah – mudahan mereka tidak menipu saya. Jadilah dahi saya kini ditutupi poni. Ini bukan permintaan saya, tapi kreasi mbak Hite. Saya selalu bingung kalau ditanya rambutnya mau dipotong model bagaimana.
“Terserah deh. Yang penting ngga norak dan jangan terlalu pendek. Saya ini mbak – mbak bekerja, dan kantor saya isinya bapak – bapak dan ibu – ibu yang bakal heboh kalau rambut saya terlihat aneh atau terlalu mencorong model dan warnanya.” Read the rest of this entry »
