Mencapai UK 36 Minggu

Niat membuat postingan tentang kehamilan ketiga ini ternyata sebatas angan-angan belaka. Rasa malas kadarnya lebih besar dari niat menulis hahaha…

Kali ini ingin membagi kebahagiaanku sudah mencapai usia kehamilan 36 minggu, yiiippiiiiiee… Menjalani kehamilan ketiga ini dengan rasa was-was, mengingat usiaku yang sudah kelewat matang, akhirnya bisa lega aku dan bayiku dalam perut ini sehat-sehat saja hingga di UK 36 minggu. Tidak perlu lah sok fit segar bugar, hamil di usia akhir 30-an ini memang terasa melelahkan. Kuncinya adalah mendengar dan percaya apa yang tubuh kita sampaikan. Kalo terasa capek, istirahatlah. Kalo setiap siang terasa ngantuk berat, tidurlah. Jangankan banyak aktifitas, duduk agak lama pun membuat pinggul lelah. Padahal bangkit dari duduk pun butuh perjuangan menahan linu di bagian bawah sana. Aku mulai mencoba beberapa gerakan senam hamil yang aku ingat untuk meredakan pegal di pinggul belakang, sendi paha, telapak kaki, sejak UK masuk sekitar 24 minggu. Cukup membantu meredakan rasa pegal itu dan membantu tidurku lebih nyenyak. Setelah UK 34 minggu, aku mulai berusaha rutin ikut senam hamil di Hermina. Beberapa kali aku juga merelakan diri tinggal di rumah sendiri ditinggal suami dan anak yang rewel minta jalan-jalan atau menghadiri acara keluarga, karena aku tahu bakal bete sendiri kecapekan kalo memaksa ikut. Tapi seiring UK semakin tua, aku juga protes ke pak suami tidak mau ditinggal sendiri. Kalo ada apa-apa, aku minta tolong ke siapa dong? Continue reading

Selamat Ulang Tahun, Sayangku

Kemarin suami saya ulang tahun. Pasti ia tak menyangka bakal melewatkan ulang tahunnya yang ke 30 sekian bersama saya tahun ini. Uhmmmmm…. saya juga!

Bingung juga mencari kado untuknya. Takut kemahalan. Khawatir kemurahan. Takut ia tak suka. Tapi saya selalu menyukai kejutan. Jadi, suka atau tidak, terima saja dulu hadiah itu, suamiku…

Dan yang tidak boleh lupa, seuntai do’a. Semoga ia menjadi suami yang penuh tanggung jawab dan bisa menuntun saya pada kebaikan, panjang usia, sehat dan sejahtera, ia bahagia, saya juga bahagia mendampinginya. Amin.

Liontin (2) : Akhir Cerita

HeartBagaimana kabar kalung liontin hati yang sepasang itu? Masih ada di dalam kotak merah kecil di atas meja rias saya. Saya tak memakainya, tidak juga memberikan kalung pasangannya ke lelaki saya.

Pernah ia menanyakan, saya cuma tersenyum. Toh ketika ia melihatnya di atas meja rias saya, ia tahu saya menyimpannya rapi. Saya lebih suka mengenakan cincinnya, lebih sederhana, tak ada simbol cinta alias bentuk hati, tak mengusik penasaran orang untuk bertanya macam – macam, seperti cincin biasa saja. Nanti juga akan diganti, dengan yang lebih polos dan bundar bentuknya.

Suatu saat nanti, kalung itu akan saya pakai juga, juga ia akan memakai kalung pasangannya, meski cuma sebentar. Kapan – kapan.

Mencobai Earth Living Spa & Salon

Mee ceritanya mau jadi manten. Dengan kondisi financial yang semakin menipis karena mengurus rumah, tadinya saya meminimalkan budget untuk body treatment. Lama – lama, muncul kekhawatiran. Bagaimana nanti kalau diriku ini dinobatkan sebagai manten terdekil sepanjang sejarah? Bukankah jadi manten itu hanya sekali, masa fotonya dekil gituh? Hehehe… iya juga ya… Apalagi kalau pas minat browsing, kemudian nemu blog yang isinya persiapan pernikahan. Wuah… iri abissss… karena manten – manten itu semua kelihatan ayu di foto – foto yang mereka pasang di blog nya masing – masing.

Jadi akhirnya, saya mencobai Earth Living Spa di Jalan Waru Rawamangun, yang dekat dengan rumah kos saya. Biar heboh dikit gitu persiapan mantenannya. Mempertimbangkan beberapa urusan menyangkut persiapan mantenan sudah beres, saya minta ijin ke calon pasangan saya,

“Tanggal xx jangan ganggu ya, ngga ada acara ke mana – mana kan? Mau pijet”.

Itu minta ijinnya seminggu sebelum tanggal kejadian. Dan dia sudah jawab ‘ok’. Eh, ndilalah pagi – pagi pas tanggal kejadian perkara, masih juga ada sms,

“Kamu jadi pijetnya? Selesai jam berapa? Papa ngajak ke Ciledug”.

Continue reading