Kehamilan Ketiga

Image result for PregnancyMungkin feelingku pada akhir tahun lalu untuk memutuskan membuat tulisan tentang kehamilan ektopik terganggu yang aku alami di tahun 2015 adalah sebuah pertanda. Setelah setahun kemudian, pada bulan Desember 2016 lalu, aku curiga hamil ketika tanggal datangnya menstruasiku terlewati. Aku mencatat semua tanggal mulai menstruasiku setiap bulan di sebuah kalender. Jadi aku tahu pasti ketika suatu hari keterlambatan itu sudah dua hari dari tanggal seharusnya. Ini juga karena aku sangat trauma mengalami KET dan bertekad tidak mau kecolongan seperti kehamilan yang lalu. Pokoknya, kalau hamil lagi, aku mau secepatnya periksa ke dokter. Sudah sejak September, ketika mendekati tanggal mens datang, aku merasakan meriang dan gejala flu berat. Bahkan di bulan Oktober kemarin, tiba-tiba aku mual berat dan muntah hebat sampai akhirnya empat jam kemudian setelah muntah yang pertama, aku memutuskan pergi ke IGD karena merasa lemas, pusing, dan kesulitan tidur. Waktu itu jam 12 malam, aku pergi ke IGD ditemani suami dan Farrell (kami kan cuma bertiga di rumah…). Tiga hari setelah peristiwa mual muntah itu, menstruasiku datang.

Pada pertengahan Desember itu, aku merasa pusing dan meriang. Bahu atas berasa berat pegal seperti habis manggul sekarung beras. Seperti biasa, aku minum Panad*l, sebanyak 3x. Tidak ada perubahan. Gejala meriang dan pegal di punggung atas tidak berkurang. Untung aku sadar, terpikir waktu itu jangan-jangan aku hamil. Konsumsi obat aku hentikan, punggung kutempel koyo hangat saja, dan memperbanyak istirahat, berharap gejala ini mereda. Besoknya aku beli alat tes kehamilan, yang baru aku gunakan untuk test pada H+5. Positif. Tapi belum aku beritahukan kabar ini ke suami. Aku baru bilang ketika H+7. “Aku sudah telat 7 hari, nih. Yuk kapan mau cek ke dokter”.

HPHT ku tanggal 16 Nopember 2016. Jadi saat itu kehamilanku masih sekitar 3 atau 4 minggu. Aku pikir aku tunda saja dulu ke dokternya, takut belum kelihatan apa-apa di USG. Untungnya juga dokter yang akan kukunjungi sedang cuti Natal, dan baru praktek kembali tanggal 30 Desember. Jadilah aku kontrol ke dokter pada 30 Desember. Dokter ini bukan dokter kehamilannya Farrell. Tapi aku pasang dan lepas IUD dengan dokter ini, dan aku merasa cukup nyaman dengan caranya melayani pasien. Setelah interview sebentar tentang riwayat kehamilan, tiba saatnya untuk periksa USG. Sudah kelihatan kantung kehamilannya dan hal yang aku khawatirkan tidak terjadi. Kantung kehamilanku berada di tempat yang seharusnya, di dalam rahim. Dari hasil USG diperkirakan usia kehamilan 6 atau 7 minggu, tetapi kalau dihitung dari HPHT masih 5 minggu. Lega rasanya… Tinggal menunggu perkembangan janinku, meski aku masih deg-degan jika belum lewat trimester 1. Bagusnya, kehamilanku ini tidak terjadi flek seperti kehamilan Farrell dulu, yang sampai aku kira belum hamil karena masih menstruasi… Semoga janinku sehat dan berkembang sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s