Perut

Meski hamilku sudah lewat minggu ke-20 yang berarti lewat bulan ke-5, perutku tidak terlihat terlalu besar. Tentu saja sebenarnya membesar, buktinya aku tetap harus menyediakan celana dan blus baru untuk kupakai sejak sebulan yang lalu. Tapi sepertinya suamiku mulai khawatir, kemarin ia menanyaiku.

“Berat kamu pas ditimbang naik ngga, sih?”.

“Kontrol yang terakhir kemarin naik”.

Aku sudah siap menyodorkan buku konsultasi dari Rumah Sakit kalau ia tidak percaya, karena semua tercatat di situ.

“Engga pernah diukur ya lingkar perutnya?”.

“Engga”.

“Harusnya diukur, tuh”.

Ia pasti baru ditanyai perihal kehamilanku, mungkin oleh mamanya. Memang beberapa kali waktu aku berkunjung ke rumah mertua, keponakan – keponakanku berkomentar.

“Tante ngga kelihatan kayak lagi hamil, kok perutnya ngga gede?”.

Lalu kucari artikel tentang kehamilan. Ternyata memang tak semua perempuan hamil akan sama kondisinya, ada yang hamilnya kelihatan besar sekali, ada yang bahkan sampai melahirkan pun tak perlu memakai busana khusus ibu hamil. Toh, bayinya tetap lahir normal dengan berat normal. Aku sih tak begitu khawatir, karena Dokter tempatku berkonsultasi belum pernah mengataiku ‘kurang gizi’ atau ‘Body Mass Index-ku kekecilan’ atau janinku ‘terlalu mungil’, semua baik dan normal. Mungkin nanti beberapa bulan lagi perutku baru akan kelihatan bedanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s