Dieng Plateau

Di Hyang atau Dieng adalah salah satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi. Syukurlah, sudah terkabulšŸ™‚.

Tempat ini elok, pemandangannya menakjubkan. Hijau dan sejuk. Banyak hal yang belum sempat saya jumpai, tapi cukup banyak juga yang saya peroleh pada kunjungan ke Dieng kemarin. Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa – goa, Dieng Plateau Theatre, Candi – candi, dan Kawah Sikidang. Semua lokasi tersebut bisa dikunjungi dengan menggunakan tiket terusan seharga Rp 20.000,00 per orang. Lokasi kunjung lainnya masih banyak, kawah – kawah, air terjun, dan Museum Kaliasa (di sini ada theaternya juga lho…). Semua tiket seharga Rp 5.000,00 untuk setiap lokasi. Murah. Saya masih ingin melihat ritual pemotongan rambut gimbal dan pertunjukan seni tari khas Dieng. Tak tahulah, mungkin lain waktu.

Fakta – fakta ini baru saya tahu setelah kunjungan ke Dieng :

  • Dataran tinggi Dieng adalah penghasil kentang paling besar di Indonesia. Jadi, kentang segar bisa dijadikan alternatif oleh – oleh karena harganya yang relatif murah, tentu saja ada produk lain yang bisa dijadikan oleh – oleh, seperti keripik jamur atau sirup dan manisan Carica. Di sana juga banyak dijual kentang goreng yang dibumbui sesuai permintaan seharga Rp 5.000,00 per kemasan. Pokoknya serba lima ribu. Ada juga yang Rp 3.000,00 semacam segelas kopi seduh.
  • Dataran tinggi Dieng dipilih sebagai tempat pemujaan Dewa – Dewa ini berada pas di tengah – tengah Pulau Jawa. 500 Km dari pantai barat pulau Jawa, dan 500 Km dari Selat Bali. Keren yah…
  • Ketinggian Dieng adalah 2.000 meter dari permukaan air laut. Pantesan duingiiiiin banget….
  • Penginapan masih jarang dan tentu saja harganya jadi mahal. Pada musim libur lebaran seperti kunjungan saya kemarin, harga sewa kamar penginapan antara Rp 250.000,00 – Rp 350.000,00 dengan kondisi yang tidak sebanding dengan harganyašŸ˜¦. Tanpa makan minum, dan kadang tanpa air panas. Betul – betul hanya harga sewa kamar. Kalau ada yang tahu sewa homestay yang lebih murah di sana, boleh di-share ke saya…

Sekarang cerita mengenai rute perjalanannya. Saya berangkat dari Semarang, kalau mau lewat rute biasa, tentu saja ambil arah ke Magelang lalu ke Temanggung lalu ke arah Wonosobo, terus ambil jalur ke Dieng. Tapi tentu saja ini kadang makan waktu lama, dan pasti macet apalagi banyak pemudik seperti saya yang maunya jalan – jalan juga. Jadi, saya kemarin berangkat pagi – pagi, setelah semalam menginap di Bandungan, lalu ke arah Temanggung lewat Bantir, terus ke Parakan, belok ke selatan melewati Hutan Wisata Jumprit, sampai di Kebun Teh Tambi kemudian ambil jalur ke Dieng. Jalannya yang kami lalui relatif sepi, tapi tanjakannya betul – betul tajam. Ada sebuah tanjakan yang dimana mobil atau motor harus antri satu – satu, saking hampir pastinyaĀ kendaraan akan mundur kembali ke bawah, termasuk si Jazzy yang kemarin saya tumpangi. Harus pakai kendaraan yang benar – benar sehat, dan ancang – ancang kecepatan yang stabil dari jarak yang cukup sebelum tanjakan. Motor saja kadang harus dituntun oleh pengendaranya, persis seperti kalau naik sepeda. Pemandangannya buagusssss. Oh iya, saya diberitahu orang Dieng, jalur yang saya lewati itu namanya Lereng Sindoro.

Pulangnya, tentu saja menuju Semarang lagi. Setelah 2 jam berhenti di turunan jalan raya Dieng, saya melihat peta mudik yang saya dapat dari petugas tol di gerbang Cikampek. LaluĀ kita putuskan untuk balik arah saja ke Dieng lagi, nanti ambil jalur tengah menuju Pekalongan atau Batang, kemudian lanjut melalui pantura menuju Semarang. Sepanjang 3 jam yang terlihat hanyalah hutaaannnn… Syukurlah, 6 jam kemudian kami sampai di Semarang lagi, meskipun deg – degan melewati jalan yang belum pernah tahu dan hanya mengandalkan peta mudik dan GPS.

So, siapa menyusul ke Dieng?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s