Berantem

Sudah lebih sebulan aku menikah. Acara berantem pertamaku dengan suamiku cuma gara – gara masalah sarapan,  6 hari setelah menikah.

Di hotel tempat kami menginap, suamiku menginginkan aku yang mengkonfirmasi ke petugas resto saat sarapan. Aku meradang, hal sepele begitu menurutku tak seharusnya ia menyuruhku, ia sendiri kan bisa melakukannya. Apalagi pada malam sebelumnya saat akan mulai menginap, dan ia memintaku melakukan hal serupa, ternyata resepsionisnya tetap meminta suamiku sendiri yang melakukan pendaftaran berikut diminta menunjukkan ID Card nya. Itu karena memang namanyalah yang terdaftar sebagai tamu. Aku jengkel sekali. Mungkin juga karena efek lapar belum sarapan. Kami lalu saling membentak, dan akhirnya ia memutuskan tidak usah sarapan di hotel dan langsung balik saja ke kos ku. Aku ‘iya’ kan saja apa yang ia mau.

Kami berkemas. Aku bawa sendiri travelling bag ku sampai ke lokasi parkir yang cukup jauh. Berat, tapi aku tidak mengeluh padanya minta dibantu. Ia juga cuek saja berjalan mendahuluiku hingga 4 meter di depanku. Orang – orang yang berpapasan di lorong memandangiku aneh, mukaku pasti kusut menahan marah, dan aku keberatan menggotong tas di pundakku. Sampai di mobil, aku duduk saja 15 menit menunggunya mengurus sesuatu, mungkin parking pass, ia tidak mengatakan apapun padaku. Ingin rasanya turun dari mobilnya dan sendiri naik taksi saja pulang ke kamar kosku yang nyaman. Sepanjang perjalanan itu aku diam.

Setelah 30 menit diam sepanjang perjalanan, suamiku mengajakku berbaikan. Caranya seperti masa aku kecil dulu. Ia menyodorkan kelingking kirinya padaku sambil bilang, “Baikan yuk, Say….”. Kemudian kelingkingnya bertautan dengan kelingking kananku. Kami sudah berbaikan. Tidak ada acara berantem lagi setelah itu. Secara keseluruhan suamiku memang bukan tipe pemarah. Ia jauh lebih tenang dan sabar dibanding aku. Tapi aku tetap tidak suka disuruh – suruh melakukan hal sepele yang menurutku bisa ia lakukan sendiri.

One thought on “Berantem

  1. Hehehehe….rupanya ngga suka kalo disuruh melakukan hal sepele tho jeng?

    yo wis mas…klo ada kerjaan berat…biar mba Mee aja yang melakukan….sampeyan mengerjakan kerjaan yang sepele itu yo?

    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s