Mencari Damai

Betapa sulitnya damai dicari. Bahkan ketika kita sudah menghindari duri. Aku paham sekarang luka hati tak mungkin pergi. Ia hanya akan terlupakan sebentar kemudian berpendar lagi ketika kesempatan mengambil arah memutar. Seperti berita yang di TV, dua politisi berangkulan, berkesan memaafkan, tapi kita tak tahu apa kata hati.

Aku menjadi saksi. Kebencian ditumpuk sampai membukit. Menunggu masa tepat sampai tak dapat berkelit. Tinggal mencari sekutu, ciptakan situasi. Dan blarrr!!! Ia meledak.

Aku hanya bisa menjadi saksi. Cukuplah bagiku tidak dijadikan salah satu pelaku. Aku pikir Tuhan pasti menyelamatkanku, jika tidak, aku pasti juga akan menjadi kaki tangan orang penyimpan dendam itu.

Betapa sulitnya damai dicari. Tapi aku mau mencarinya, cukup untuk aku sendiri.

2 thoughts on “Mencari Damai

  1. puitis banget saiki….kesambet opo tho?

    tapi nice articel niy…

    mbuh ki… kursuse boso enggres kok malah praktek gawe puisi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s