Sedih dan Terharu

Sedihnya ketika saya harus bilang dengan suara tercekat, “Sabar ya, insya Allah nanti akan ada yang jauh lebih besar. Atau nanti kalau saya ada rejeki lebih, saya akan gantikan yang seharusnya”.

Padahal saya juga tidak tahu kapan saya akan bisa memenuhi janji itu. Tapi saya yakin, Allah adalah sebaik – baiknya penolong.

Terharu sekali ketika mereka malah menguatkan saya. “Engga apa – apa, Bu. Kita sabar aja”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s