Membatalkan Keberuntungan

Ketika Sabtu malam itu makan malam di MoI, kami datang agak kemalaman. Jadi ketika kami selesai membersihkan pesanan di meja, kru restoran juga mulai membereskan restoran. Kursi – kursi sebagian sudah diletakkan terbalik di atas meja, seragam pelayan sudah diganti, rolling door mulai dipasang.

Tinggal kami berdua saja yang masih duduk di sana. Secara halus meminta kami cepat meninggalkan restoran, tagihan diletakkan di meja. Saya membuka dan mengamati nilainya. Ngga kekecilan nih? saya berpikir. Tapi dengan cepat saya keluarkan selembar uang dari dompet dan pelayan menyiapkan kembalian.

Tapi saya yakin pasti tagihan itu salah. Jadi ketika pelayan itu memberikan uang kembalian, saya menanyainya.

Tagihannya udah bener, Mas?

Udah mbak. Lihat aja di struk nya.

Kayaknya salah deh. 2 kali paket C aja udah 110 ribu lho. Mosok tagihannya cuma segini? Trus siapa yang mau nombok?

Mas itu memeriksa ulang struknya. Lalu manggut – manggut mengerti bahwa ia salah menagih. Saya mencandainya.

Sudah ya saya pergi…

Iya deh mbak, ga pa pa…

Hehe… pasrah banget si Mas ini. Saya memintanya membetulkan tagihan dan kurang berapa saya bayar.

Lumayan, saya masih harus membayar 60 ribuan. Ngga tega juga kalo mas pelayan itu yang nombok… Yang kenyang kan saya…

One thought on “Membatalkan Keberuntungan

  1. sering juga ngalamin hal kek gitu, en seringnya juga ngga tega.. terutama klo pelayanan mereka baik ke kita.. hehehe.. klo mereka seenaknya si biasanya saya pura2 ngga tau aja.. *hehehe, jahat ya?* ^.^V

    Hehe iya ngga tega… Kalau 60 ribu kan bisa udah 5% gaji nya kali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s