Bulan Maret Penuh Derita

Malam itu, kepala saya kejedot pintu taksi pas mau turun. Maklum, biasa naik kebo, bergaya naik taksi.

Malam itu, empat hari kemudian sepulang belanja bulanan, saya terpeleset pas turun dari angkot. Tidak sampai jatuh, dengan keseimbangan yang baik, saya masih bisa berdiri di atas dua kaki meski sempat sempoyongan. Begitulah kalau mata sudah rabun. Untung tidak ada kaki atau bagian tubuh lain yang terkilir, meski ada sedikit memar di betis. Dan sepatu kerja saya jadi tidak mulus lagi. Untung (lagi) tidak sampai patah heel-nya mengingat jarak pijakan angkot dengan jalan aspal kan lumayan tinggi.

Siang itu, dua hari kemudian, saya terpeleset lantai yang licin karena baru di-pel. Dengan sedikit gerakan akrobat, saya bisa pegangan handle pintu dan tidak sampai jatuh ndlosor. Beberapa menit kemudian, baru tahu telapak tangan saya berdarah banyak dan suakiiit pol… Ternyata secara tidak sadar saya tadi pegangan handle pintu terlalu kuat untuk menahan tubuh saya supaya tidak jatuh. Sakitnya sampai panas dingin. Saya sempat berpikir berkunjung ke Rumah Sakit takut kena infeksi, mungkin lukanya terlalu dalam, mungkin perlu dijahit… Hiiii… ngeri saya membayangkannya. Bakal lama nih sembuhnya…

Sore itu, keesokan harinya, saya terpeleset lagi di salon langganan. Lagi – lagi karena lantai licin akibat  tetesan minyak zaitun sisa dari aktifitas ber-massage. Tidak sampai jatuh, karena untung saja saya bisa berpegangan sama mbak yang barusan selesai mijit.

Sore itu, keesokan harinya, ketika membuka rolling door dengan tertatih – tatih dengan satu tangan (tangan yang satunya kan masih senut – senut di telapak, kulitnya beset sepanjang 2 cm). Tiba – tiba palang besi tipis sepanjang 1 meter itu terayun lepas dari baut dan mur yang menahannya. Tak sempat menghindar, palang besi itu mengenai tulang kering kaki kiri saya. Tidak keras, tapi konon tulang kering adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap rasa sakit.

Untung (lagi) saya yang kena semua celaka itu, bukan si kecil Sam yang lucu dan bikin gemes. Padahal, dia suka lari – lari juga di tempat saya terpeleset, atau main bola di ruang yang tertutup rolling door, lari – larian di bawah palang besi jahanam itu.

Ngomong – ngomong, bulan Maret masih lama ya berakhirnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s