Memang enak jadi ‘tukang jualan’?

Siapa yang mindahin saya ke departemen ‘tukang jualan’? Mana nyang dijual barang susah lagi. Saya kudu berbusa – busa presentasi meyakinkan klien sebelum mereka mau beli. Memperbaiki profil perusahaan, supaya selalu up-date dengan standar internasional. Lalu, mereka baru respon nanti pada saat benar – benar butuh. Bisa sebulan, 3 bulan, bahkan tahun depannya. Suka – suka mereka aja. Pas udah yakin, pasti juga belinya ngga banyak – banyak. Sebulan bisa langsung di atas Rp 10 Juta adalah anugerah yang luar biasa. Umumnya, berkisar Rp 1 hingga 5 juta saja.

Lalu, sistem ‘aneh’ ini. Klien yang baru cuma boleh menjadi ‘performance’ kerja saya dibatasi untuk jangka waktu 1 tahun. Karakter klien, 1 tahun paling – paling beli 8 kali (paling banyak), rata – rata 4 – 6 kali. Lalu, selanjutnya, klien saya yang saya dapat dengan darah dan air mata, kadang – kadang kepanasan dan kehujanan ini, harus direlakan untuk dihibahkan ke divisi lain. Sampai kapan? Nggak dibatasi. Sampai kiamat. Sampai bumi hancur. Sampai klien itu bosen sendiri. Sampai klien saya bisnis nya hancur dan nggak perlu kantor saya lagi. Sampai kantor saya tutup.

Klien saya setahun paling – paling total 60. Berkurang terus karena setiap bulan sudah ada yang antri nadah.

Wajar dong kalau saya kesel. Karena divisi lain ini hanya ‘mengumpulkan’ hasil kerja saya. Klien saya yang di tahun pertama cuma beli 6 kali, pada tahun ke 3, ke 4, dan selanjutnya dianggap menjadi ‘performance’ kerja divisi lain. Dan seringkali peningkatannya dahsyat. Karena bisnis klien saya itu mulai menunjukkan hasil baik di tahun ke 3 dan seterusnya itu. Mereka kemudian bisa kontrak. Dengan nilai yang bisa berpuluh lipat kali dari nilai awal yang menjadi performance saya itu.

Saya kemudian tinggal gigit jari. Eneg rasanya. Apalagi mendengar dan melihat mereka berkoar – koar seolah – olah ini hasil kerja mereka sendiri dan sistem bonus juga memihak mereka.

Najis. Haram jadah. Fiuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s