Libur yang Kepanjangan

Apa yang menyedihkan dari libur puanjang kemarin? Liburnya kepanjangan, perlu dana lumayan untuk berlibur, apalagi untuk saya yang demen jeng jeng ke sana ke mari, padahal masih dalam status program hemat nih…

Saya sih mudik, selama masih ada orang tua yang mencintai dengan tanpa syarat, setiap liburan panjang saya adalah acara mudik. Meski kemudian beberapa hari ngelayap ke Jogja, Kendal, Ambarawa, Magelang, Klaten, Solo, sekitar situ lah… Tidak pernah bosan saya dolan ke candi – candi, makan sate kambing -yang di Jakarta saya ga doyan karena bau-,  makan soto uenak, dan selalu berkunjung ke Mirota. Hehehe standar banget ya kunjungannya.

Tapi kunjungan saya Desember kemarin, istimewa. Karena saya bertemu seorang staf kantor pengelola candi Prambanan, diantar dan dijemput ke dan dari candi Ratu Boko (ini program baru, dual tour). Ditungguin meski saya berdua teman baru turun dari Ratu Boko jam 6 sore, peserta tour yang paling lama ngubek – ngubek candi.  Dan Bapak ini bisa mendongeng sejarah candi – candi dengan apik. Saya juga lalu ditawari free ticket panggung terbuka sendratari Ramayana lagi! Wow…. cita – cita saya kesampaian, habis tiketnya mahal sekali! Buat saya sih….

Horeeee…

Update :

Semalam saya membaca sebuah artikel di Koki Kompas, mengenai Ratu Kidul. Di situ diutarakan oleh penulisnya, bahwa salah satu tempat untuk bisa bertemu Ratu Kidul adalah di selatan Prambanan, sekitar Ratu Boko. Sampai mana kebenarannya, saya juga tidak tahu. Saya juga bukan ahli dan percaya pada hal – hal mistis, tapi kunjungan saya ke Ratu Boko yang sudah menjelang senja itu, memang suasana mistisnya saya rasakan. Teman saya sampai merengek karena merinding minta kembali saja ketika saya nekat mengajaknya berjalan sampai ke arah dalam Ratu Boko. Saya juga deg – degan. Bukan nekat sih, saya berjalan sambil baca Ayat Kursi berkali – kali.

2 thoughts on “Libur yang Kepanjangan

  1. Wuih..beneran tho ada Nyi Loro Kidul disana? hebat juga ya dia…daerah kekuasaannya terbentang luas dari Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Nusa Kambangan,sampe Parang Tritis.

    Sendratari Ramayana open air adalah tontonan wajib. Keren banget, dilatar belakangi Prambanan dengan pancaran sinar bulan purnama…sayang kalo dilewatkan.

    Ga tau sih itu kan mitos, lagian siapa yg minat ketemu Nyi di sana? Aku lah ga mau… serem ah…

  2. saya penasaran dengan mitosnya. asyik sepertinya kalo sampe ngerasain “something”. tapi nggak tau juga deh abis itu keburu lari atau malah pingsan di tempat gara2 ketakutan. paling afdol kalau pas berkunjung ke sana dan belum tau ttg mitos yang beredar. no anticipation jadinya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s