Perbudakan Modern

Apa namanya, coba?

Rumah megah yang selalu tertutup milik dosen sebuah Universitas Negeri itu memiliki 2 orang kacung yang berstatus suami istri. Suami dulunya adalah tukang kebun yang kemudian diajari mengendarai kendaraan bermotor roda 2 dan 4.

“Buatlah Surat Ijin Mengemudi”, kata majikan.

Tugasnya sekarang bertambah, mengantar majikan dan anak – anaknya ke mana – mana mereka perlu. Istrinya bertugas bebenah di rumah besar itu dan memasak.

Bencana terjadi. Supir menabrak mobil lain di perempatan semrawut itu. Mobil rusak parah, masih pula mengganti biaya perbaikan mobil korban. Total jenderal majikan keluar biaya Rp 22 Juta. Pasti ngga pakai asuransi.

Majikan memaki. Uang tabungan Rp 8 Juta hasil bekerja selama 10 tahun di rumah itu habis untuk mengganti uang majikan. Gajinya pula masih dipotong setiap bulan sampai beberapa tahun ke depan. Entah, sisa berapa uang gaji Rp 600 ribu yang setiap bulan mereka terima.

3 thoughts on “Perbudakan Modern

  1. Apa ya?
    Yang pasti sih segala sesuatu mesti hati-hati. Apalagi menggunakan fasilitas orang lain.

    Iya sih, Mas. Tapi ndak sebanding. Gaji cuma Rp 600 Ribu (itu hasil kerja 2 orang) disuruh ngganti Rp 22 Juta. Mesake temenanan…

  2. sapa yang salah?

    Saya bukan nyari siapa yang salah. Cuma kok ya tega bener minta gantinya… Menurut saya, semestinya kan ada belas kasih dan kebijaksanaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s