Saya dan KPR

Jadi ceritanya, pengajuan KPR saya sudah disetujui oleh beberapa bank. Perkiraan saya sebelumnya, saya bakal agak kesulitan karena masih status single income, ternyata tidak benar. Analisa saya sih, karena masih lajang, perhitungan cicilan yang biasanya maksimal 30%, diperingan menjadi sampai 40%, dengan pertimbangan belum banyak beban keuangan.

KPR yang sudah kontak saya adalah BII, Panin, dan Permata. Dari ketiganya, Panin yang paling cepat memberi approval. Saya kira akan makan waktu berminggu – minggu. Panin cuma butuh tidak sampai seminggu dari wawancara dengan saya, dan langsung di-approve. Sempat saya berpikir, beneran apa ngga nih bank? Kok cepat amat kasih responnya?

Ternyata hanya berselang 3 hari, Permata menyusul memberikan approval. Saya agak ragu juga, soalnya berkas skema cicilan yang saya terima (atau namanya Surat Keputusan Kredit?), salah ketik. Saya langsung konfirmasi, soalnya selisihnya sudah berbilang ‘juta’. Dan sambil tertawa minta maaf, mbak itu membenarkan, itu memang salah ketik. Wah… bagaimana kalau nanti salah – salah melulu? Mengerikan…

BII yang paling lama memberi approval. Tiga minggu lebih lambat. Padahal aplikasi dimasukkan paling awal ke bank ini. Ketika saya mengkonfirmasi, analis kreditnya bilang sedang mengecek status kredit saya ke BI, dan agak kesulitan karena hal teknis (agak susah masuk ke sistem BI, katanya). Mungkin BII yang paling ‘niat’ ngeceknya, teliti sebelum memberi utang kepada nasabah. Tapi beberapa hari yang lalu, saya diinformasikan KPR saya juga sudah mendapat approval.

Sebenarnya masih ada 1 lagi bank tempat saya mengajukan aplikasi KPR, yaitu Lippo Bank. Tapi sampai sekarang belum ada respon, padahal sudah lebih 1 minggu. Mungkin masih sibuk merger sama Niaga. Tapi dari ketiga bank ini saja, saya sudah bisa dapat gambaran untuk membandingkan perihal syarat dan ketentuannya, yang ternyata berbeda – beda, dan bedanya lumayan signifikan juga.

Tinggal berdo’a dan berusaha supaya diberi kemudahan membayar cicilannya… 

2 thoughts on “Saya dan KPR

  1. Wah.. selamet! selamet! aku pikir ngajuin kapeer itu bakal susah banget dapet approvalnya.. mungkin jaman sekarang orang pada takut ngutang, jadi dipermudah ya bu.. well, selamet menempati rumah baru yang hommy ya…

    Iya, saya awalnya juga berpikir begitu. Ternyata ngga sesulit yang dibayangkan. Tapi memang tetep harus diperhatikan bahwa rasio kemampuan total kredit sebaiknya 30% saja, supaya hidup kita juga tetap nyaman, ngga dikejar – kejar utang.
    -Mee-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s