Taksi Celebrity dan Kamera Canon

Di hari Minggu yang cerah dan panas kemarin, saya dan seorang sahabat memutuskan menghabiskan hari di TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Berhubung kami tidak memiliki sarana transportasi sendiri, biasa lah, kami menggunakan jasa taksi untuk mengantar ke sana.

Setelah seharian jalan kaki menikmati museum Asmat, anjungan – anjungan rumah adat, naik perahu, foto – foto narsis, ngemut es krim cone, berakhirlah perjalanan kami di anjungan Sulawesi Selatan. Sudah jam 17.30 waktu itu. Kami memutuskan pulang. Berjalanlah kami ke arah Istana Anak – Anak Indonesia, berharap ada taksi yang lewat. Ada! Celebrity Taxi dengan tulisan “Tarif Lama” di kaca depannya. Kami langsung menghentikan taksi. Sebelum masuk ke taksi, pengemudi sudah bertanya.

“Ke mana, Mbak?”

“Setiabudi”

Kami pun masuk. Ini pertama kalinya saya dan teman saya pakai Celebrity Taxi. Lama – lama kami mulai merasa aneh saat teman saya bilang kok tidak ada nomor pintu yang biasanya ada di tempel di bagian dalam pintu belakang dan identitas pengemudi di dashboard depan. Tapi saya pastikan pengemudi memakai seragam dengan bordiran “Celebrity Taxi” di lengannya. Kami mengubah tujuan ke Rawamangun, ke tempat saya dulu, karena lebih dekat. Selama perjalanan melewati tol Priok, kami tidak mendengar suara radio menyala.

Saat sampai di rumah saya, argo menunjukkan angka Rp 34.000,-. Saya ulurkan uang Rp 50.000,- dan hampir tidak dikembalikan oleh pengemudi dengan alasan baru keluar dan tidak punya uang kembalian. Saya jengkel, meskipun akhirnya saya dapat juga kembalian Rp 10.000,-. Pengemudi taksi kelihatan buru – buru, jadi saya juga cepat – cepat turun. Teman saya ikut turun, tidak jadi meneruskan sampai ke Setiabudi.

10 menit kemudian, terkejut saya ingat kamera Canon saya tidak ada di tangan. Tapi saya yakin, kamera itu ketinggalan di taksi, karena saat terakhir dari anjungan Sulawesi Selatan dan berjalan mencari taksi, kamera sudah saya tenteng. Saya langsung telepon ke kantor Celebrity Taxi di nomor (021) 5835 6789, dan keluhan saya didengar oleh Sdr. Agung Budiarjo. Sedikit informasi yang bisa saya berikan, karena memang tidak ada nomor pintu dan identitas pengemudi yang saya temukan di dalam kabin taksi. Perjalanan dari TMII ke Rawamangun, sekitar jam 18.00 WIB, jenis mobil Limo, tidak terdengar suara radio selama perjalanan. Saya meninggalkan nomor telepon untuk dihubungi atas informasi apapun yang mereka temukan.

Agung Budiarjo menjanjikan akan mengabari dalam 24 jam. Huh… sebel saya jadinya… Masih banyak foto yang belum sempat saya cetak dan saya pindahkan di kamera Canon itu. Plus, kamera tersayang itu sudah menemani saya ke Jogja, Bandung, Puncak, Surabaya, Bromo, Bali, pedekate dengan pacar… Balikin dong…

13 thoughts on “Taksi Celebrity dan Kamera Canon

  1. waaaaaah….bakal gak balik nih kameranya? ikut prihatin……tadinya baca judulnya, tak kira celebrity taksi yg acaranya Farhan….ternyata….uhm…

    Kek nya ga bakal balik, secara orang di kantor Celebrity Taxi juga sama bingung nya kek saya. Hu hu hu… kamera penuh sejarah itu akhirnya pergi meninggalkan saya… -Mee-

  2. waah..makanya ati-ati dan check bawaannya mbak, sayang kan kalo ampe barang-barang tertinggal gitu..

    Iya… emang lagi apes, biasanya juga suka cek – cek maricek begitu, atau driver nya juga suka mengingatkan (kalo Blue Bird nih), “Ngga ada yang ketinggalan, Mbak?”. Mungkin karena memang udah ngga nyaman duluan naik taksi bukan yang biasanya kita tumpangin.
    -Mee-

  3. MeeKaela, mungkin diaNYA minta ganti yg baru kali ,:))

    *kabuuuuuuuuuuuuuuur* ^^

    Iya kali… nggantinya yang baru sih ga masalah, memorinya itu lho yang tak tergantikan…
    -Mee-

  4. Aaaddduuuhhhh sayang sekali …
    Pertama sayang kameranya …
    Kedua sayang sama moment yang sudah diabadikan didalamnya …

    Semoga balik deh …
    Kalaupun tidak balik … semoga mendapatkan gantinya yang lebih bagus …

    Salam kenal

    Salam kenal balik. Trims.
    -Mee-

  5. kalo masalah memory si….mending jalan2 lagi aja…:)) kebali kan? indah tuhh….ato sekalian aja mo ke Mesir :)) bakal perlu memory banyak tuh, ato sekalian aja bawa laptop, mudah tuk upload biar lebih aman, and jepret lagi …jepret lagi…hehehe:D

    Ke Mesir? Mau banget… Tapi duitnya siapa yak?
    -Mee-

  6. Sebagai sesama ‘pemeluk agama’ Canon, saya turut prihatin *won’t help ya.. hehehe*. Kalo aku selalu mengalungkan kamera ke leher, kalo gak, dimasukin ke dalem tas. *saking takut ilang, gak kebeli lagi*

    Simpatinya sudah turut melegakan hati saya kok… thanks.
    -Mee-

  7. baca judulnya saya pikir ada celeb yang naik taxi hihihi, maklum tidak tahu nama2 perush taxi di jkt yang begitu menjamur…
    salam kenal ya…. semoga bisa pergi lagi ke tmii dengan sahabat untuk mengulang kenangan manis nya…

  8. Wah. saya hari rabu kemaren kena juga, nama sopirnya JOHAN plus kembalian gak di balikin juga HP saya raib, pas saya telp balik kayaknya aktif terus, nah terakhir dia minta isiin pulsa ke nomor HP dia (bukan no hp saya) Poolnya di pasar minggu kalau gak salah. Parah juga sekarang kalau naik taksi….

    Turut berduka cita… Untuk urusan taksi, memang yang biru pelayanannya lebih baik. Tapi harus hati – hati juga, karena sekarang banyak armada taksi yang mirip, jadi perhatikan betul logonya.

  9. Sebenarnya s’mua taxi itu sama,ini jakarta jd kita harus lebih waspada lah,ga usa nae taksi jalan kaki jg kita haruz waspadakan?!yg biru jg sama kok sama yg laennya.
    yang penting kalo kita nae taksi perhatikan merk taksi yg kita tumpangin n nomor body tu taksi,nah kalo yg 2 itu aja kita tau!!! pasti lah di lacak sama opreternya,ga mungkin ga di lacak mreka,tp kalo yg 2 itu kita ga tau pastilah ribet oprator ngelacaknya,karna dari beratus2 armada kitakan ga mungkin lacak satu2,driver itukan manusia,punya akal dan budi yg berbeda2,ada yg jujur ada yg tidakkan.ok lah buatb smuanya waspada n jng lupa trik2yg ogut kasih tau td.

    Hormat kami

    (operator)

    He eh… makasih om operator. Tapi tetep kapok naik taksi yang itu hehehe… Peace!

  10. Saya juga pernah mengalami kejadian serupa sewaktu naik “Celebrity Taxi”. Begitu naik ditanya oleh sopirnya, mau pake argo atau nggak. Saya jawa pake argo. Begitu taxi berjalan saya baru sadar kalau tidak tidak ada identitas pengemudi, walaupun sopirnya memakai seragam. Nomor pintu juga ditutupi. Begitu turun, saya dimintai tambahan 15 ribu rupiah. Sedikit berdebat, akhirnya saya kasih 10 ribu. Dan saya sekarang kapok naik Celebrity Taxi lagi. Taxi yang aman menurut saya sekarang ini: TaxiCab (yang ada TVnya, most recommended), Blue Bird (walau kadang ada pengemudi yang reseh… tapi identitasnya jelas), Express Taxi.

    Blue Bird dan Express memang mayan banyak yang nge fans. TaxiCab blom pernah nyoba nih… Waduh, malak juga ya tuh taxi minta tambahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s