Dibahas dan Diatur

Lama saya tidak mengobrol dengan teman yang satu ini. Sabtu pagi tiba – tiba saya ingin telepon dia, salah satu teman lama yang ada di Jakarta, dan masih asyik untuk diajak ‘main’. Untung dia juga tidak sedang pergi ke mana – mana, jadi tawaran kunjungan saya bisa dia terima. Tidak bisa saya bayangkan kalau weekend kemarin saya di rumah saja lagi seperti weekend sebelumnya, bisa mati kebosanan saya. Saya tidak merencanakan untuk menginap, mempertimbangkan biasanya Danny akan datang Sabtu malam. Rencana berubah, saya begitu menikmati mengobrol dengan sahabat saya, dan rasanya kenikmatan itu akan terputus jika saya pulang saat Maghrib dan kemudian menunggu Danny datang di rumah seperti Sabtu biasanya. Jadi, kami teruskan kegiatan hari Sabtu itu ke Plangi untuk makan bareng dan nonton film Water Horse yang jam 7.15 malam. Saat Danny sms, saya bilang besok saja ketemunya, malam ini saya mau ke Plangi dengan sahabat saya.

Untuk Hari Minggunya rencana terusan sudah dibuat, makan siang di Celebes dan mau nyoba karaokean nyanyi fals sampai serak. Sahabat saya bilang wokeh, ada tempat karaoke punya Inul di Pasar Festival. Sampai sore saya habiskan waktu, lalu pulang karena punya janji dengan Danny.

Malam itu kami jadi ketemu. Dan ternyata masalah itu dibahas loh… Saya merasa dipojokkan karena Danny tidak bisa ketemu saya dari Sabtu sampai Minggu itu, padahal weekend sebelumnya kami juga tidak bisa ketemu lama karena Danny menemani Abangnya yang baru datang dari luar.

“Ya sudah, minggu depan aja kita ketemunya”, usul saya pada hari Minggu siang di tengah – tengah saya nyanyi As Long As You Love Me – nya Backstreet Boys, mudah ngga usah dipersulit. 

Soalnya siang itu Danny bilang malamnya akan antar Abangnya ke airport. Ternyata minggu depan dia punya acara keluarga di luar kota. Buat saya sih, ketemu minggu depannya lagi setelah dia ke luar kota juga tidak apa – apa. Saya tidak mau mengganggu acara keluarga, bukankah bisa bersama – sama keluarga itu sangat nikmat?

Saya pikir, kenapa jadi saya yang ‘dibahas’… Bukankah dia yang banyak urusan? Kalau saya membolehkan dia punya banyak urusan kok saya tidak boleh? Atau kalau punya pacar, memang harus bersedia dibahas dan diatur ya?

Weekend ini, liburnya malah 3 hari, Danny kan udah pamit ke luar kota. Ke mana ya saya enaknya pergi berlibur…