Curhat Januari

Kenapa saya harus bisa memasak. Saya sih tidak keberatan belajar, tapi jangan maksa. Saya kan juga tidak suka melakukan sesuatu karena terpaksa. Lagipula emang memasak itu susah banget yah? Sampai kamu harus memastikan di setiap kencan pentingnya ‘perempuan bisa memasak’. Saya jadi berpikir bahwa ‘bisa memasak’ adalah suatu keharusan dengan level mendekati absolut. Kalau saya tetap ‘tidak bisa memasak’, saya rasa kamu akan cari perempuan lain lulusan sekolah boga -saya yang menyarankan-.

Kenapa saya harus ‘lebih kecil sedikit’. Dengan nada bercanda sih kamu bilang supaya tidak tertukar saya nanti dengan mbakyumu, yang sering kamu bilang sangat mirip dengan saya. Kalau saya tetap dengan ukuran saya yang sekarang, saya kurang ayu ya? Bukan saya tidak mau, tapi kalau memang default weight saya segini saya harus bagaimana lagi? Atau saya sarankan saja kamu cari perempuan lain yang langsing, di Jakarta kan banyak, ombyokan.

Masa iya penampilan saya seperti ‘high maintenance maintained woman’? Saya ke salon cuma sekali sebulan, paling banter dua kali, itupun sekitar potong rambut, hair spa, atau kadang luluran kalo saya lagi pengen dipijet. Saya ngga minta biaya ke kamu juga kan selama ini? Atau kalau kamu pikir saya terlalu mahal untuk dibiayai, kamu boleh cari perempuan lain yang lebih pantas.

Saya jadi merasa tidak berharga, sedih.

Pic is taken from jupiterimages.