Wie DS

Sebuah undangan masuk ke inbox hotmail saya pagi ini. Dari Wie, seorang sahabat dari jaman kuliah, usianya lebih muda dari saya 2 tahun, tapi dewasa sekali. Dia teman saya begadang kala ujian, teman menyanyi nasyid, teman mengobrol… Kami belajar meniru tanda tangan masing – masing, supaya bisa titip absen saat malas berangkat ke kampus. Seringnya sih saya yang titip, Wie jauh lebih rajin dibanding saya.

Dua tahun ini Wie di Jakarta juga, tapi kami jarang bertemu. Sibuk dia dengan pekerjaannya, selain memang agak pendiam dan misterius. Eh, engga juga ding kalau sudah kenal… Tapi saya sempat berkunjung ke tempat tinggalnya dan berbuka puasa bersama Ramadhan lalu. Tanggal 7 Desember lalu dia ultah. Ucapan Happy Birthday saya dibalas dengan pemberitahuan rencana pernikahannya lewat sms. Yah… saya baru bayar 2 tiket ke Surabaya 2 hari sebelumnya.

Sayang saya tidak bisa menghadiri pernikahannya 22 Desember nanti. Rencana travelling saya sudah 80% siap, tiket tidak bisa dibatalkan -I wish I could-. Menyesal sih, sahabat macam apa saya ini? Maaf ya Wie…

Do’a saya, semoga pernikahan Wie bahagia dan penuh rahmat Allah.