Cupid ke Mana Sih?

Semalam, papie saya tiba – tiba sms menanyakan mengenai pernikahan. Sayangnya saya belum punya jawaban pasti. Saya hanya bilang ada teman dekat, kami masih berusaha saling mengenal lebih baik. Iya, dia laki – laki yang saya ajak jemput papie beberapa minggu lalu di Gambir, saya menjawab rasa penasaran beliau. Repotnya, sms papie saya selanjutnya adalah mengenai saran – saran tanggal dan bulan baik beserta printilan – printilannya dalam penyelenggaraan sebuah pernikahan. Padahal saya juga tidak bilang bahwa saya akan menikah dengan laki – laki ini nantinya atau dalam waktu dekat.

Ternyata orang tua saya akhirnya menanyakan hal ini, yang saya kira akan bebas menentukan sendiri, kapan dan dengan siapanya. Tetap saja usia saya menjadi kekhawatiran tersendiri ya ternyata…

Cupid ke mana sih? Agaknya dia lupa saya juga membutuhkannya.