(Sengaja) Kehujanan

Syukurlah saya masih sehat sampai pagi ini. Hari Sabtu lalu, badan saya berjam – jam menahan tetesan air hujan yang cukup deras, kemudian sampai malam harinya celana jins basah itu tetap saya pakai.

Saya menyetujui ajakan itu setelah mendengar kalimat ini : “Masa maunya yang senang – senang terus saja?”. Tapi dibalik kata “iya” itu, saya khawatir bakal kehujanan di jalan, yang mendekati benar 99,97%. Ya iya lah, sekarang kan lagi musim hujan. Dalam perjalanan pulang malam harinya saya akhirnya menangis sendirian dalam diam. Leher belakang saya ngilu dan kaku, punggung saya juga terasa sakit kecapekan, sedangkan rumah saya masih 50 menit lagi perjalanan. Pasti setelah ini saya bakal kena flu. Kok begini amat sih hidup saya? Tentu saja dia tidak tahu saya menangis, saya ahli menangis tanpa suara.

Lain kali saya akan bilang terus terang ngga mau kehujanan. Biar saja dia pikir saya tidak bisa diajak susah, susah kok ngajak anak orang. Peduli amat!