Mee dan Ospek

11 tahun yang lalu, terjadi kegiatan ospek di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Saya, adalah salah satu yunior ga penting yang menjadi ‘korban’.

3 hari berkemah, dengan kondisi seadanya, ga kena air (kecuali pas mau sholat), tidur ga nyenyak (soalnya khawatir sewaktu – waktu dibangunin oleh senior galak yang kalau kita tetep melungker dalam tenda bisa dipukuli pentungan atau ditendang – tendang), maka pada hari ke-2, kondisi para yunior sudah menjadi setengah hidup. Dengan kondisi seperti itu, kami masih harus mendengarkan ceramah dosen seputar perkuliahan dan tetek bengeknya. Ngga bisa konsen sih, ngantuk banget… Jadi senior memberikan satu botol air mineral ukuran 220 ml untuk kami para yunior mencuci mata (bukan muka, airnya ga cukup untuk 95 muka), maksudnya biar ngga ngantuk dan bisa lebih konsen.

Jadi, botol itu berjalan dari tangan satu ke tangan lain untuk kami mencelupkan satu jari telunjuk, terus jari telunjuk yang basah itu diusapkan ke mata. Satu orang teman, saking mengantuknya, reflek, setelah menerima estafet botol dari teman sebelahnya, meminum air mineral itu. Glek… glek… glek…

Malam itu, para senior bancakan dengan menu “yunior yang egois”.