Mee dan Musik

Tema kali ini adalah mengenai musik. Iya, saya memang penyuka musik, meskipun cuma sebagai pendengar. Saya tidak bisa memainkan satu instrument pun. Dulu, saya pernah mencoba belajar memainkan piano elektrik punya keponakan saya, sok belajar serius pakai partitur gitu, tapi yah tidak beranjak dari do re mi fa sol ajah… Kucing piaraan keponakan saya saja melengos pergi kalau saya sudah duduk di piano! Mungkin dia bosan mendengar nada yang itu – itu saja.

Minat musik ternyata bisa berubah ya? Saya merasakan betul hal itu. Dari dulu sih saya memang sukar tertarik dengan musik yang terlalu pop atau populer. Bukan apa – apa, saya jadi cepat bosan karena lagu populer terlalu sering dimainkan di radio dan televisi, itu saja. Setelah beranjak dewasa -baca : tua-, saya senang mendengarkan musik yang kalem. Saya mencoba mendengarkan rekaman instrumentalia. Kalau dulu saya beli kaset berdasarkan penyanyinya saya kenal atau tidak, sekarang saya punya beberapa rekaman dari orang yang saya ngga kenal sama sekali sebelumnya. Kalau jaman muda dulu saya punya rekaman Guns N Roses, Metallica, Collective Soul, atau Def Leppard, sekarang saya beli rekaman Michael Buble, Richard Clayderman, dan satu lagi saya ngga ingat, entah saking ngga ngetop-nya atau saya-nya yang jengkel karena harga CD yang bikin dompet saya berdarah – darah.

Serasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia -dan akherat ngga ya?- saat saya jatuh tertidur setelah beberapa saat memutar koleksi CD yang saya punya sekarang.