KPR BII

logo-biiIni adalah KPR pertama saya. Beginilah kalau ingin tinggal di rumah sendiri dengan dana seadanya.

Wajarnya, berapa lama sih nasabah itu akan dapat copy Surat Perjanjian Kredit, polis asuransi kebakaran, polis asuransi jiwa, dan yang lain – lain? Karena 1 bulan tidak dapat informasi apapun, saya berinisiatif menanyakan, tentu pertama – tama dengan mas marketing KPR yang nemenin saya sejak dari proses nego sampai akad dong. Katanya, nanti kalau sudah ada, saya akan diberi tahu. Lama lagi saya menunggu, 2 minggu. Dia menelepon saya, tapi malah nawarin saya produk perbankan yang lain, bukan menjawab pertanyaan saya mengenai copy dokumen itu. Duh, piye tho… Di akhir pembicaraan dia bilang,

“Oh iya Mbak, nanti copy dokumen yang mbak minta belum dikirim notaris. Kalo sudah ada saya telpon mbak.”

Oke. Seminggu kemudian kosong lagi ngga ada info. Akhirnya saya telpon saja kantor notarisnya. Katanya dalam 30 hari kerja sih dari kantor notaris sudah beres semua dokumen dan dikirim ke BII. Asumsi saya berarti berkas milik saya sudah beres dong, wong notarisnya bilang begitu kok.

Saya telpon lagi mas marketing itu. Dia cuma jawab begini,

“Oh, kata notaris udah dikirim ya? Oke deh, nanti aku cek ke admin KPR di Mangga Dua.”

Berhubung menurut saya janjinya tidak meyakinkan, saya telepon ke Customer Care BII bagian KPR. Hell, telepon ke KPR BII Mangga Dua itu syusyah be’eng….

Mbak, prosedurnya berapa lama ya sampai nasabah dapat copy dokumen lengkap?

Bisa 3 bulan.

Hah?! Lama amat? Saya kaget. Kenapa bisa begitu? Dari notaris katanya dalam 30 hari berkas udah dikirim ke bank kok.

Ya… soalnya kadang menunggu kelengkapan dokumen juga dari developer, Mbak.

Oh.

Jadi saya ambil kesimpulan masalahnya ada di developer. Saya telepon lah developer saya. Meski sempat salah disambungin ke bagian sekuriti (Astaga…, -bagian KPR- dan -sekuriti- kan jauh banget bedanya… Dan saya rasa artikulasi dan pitch control suara saya saat menelepon itu sudah baik…), fiuh… akhirnya nyambung juga. Yang saya tahu, sementara ini developer saya ini sangat kooperatif dari awal sejak saya milih lokasi.

Pak bagian KPR, akad saya kan udah beres, Bapak masih belum lengkapi dokumen apa ya ke BII? Soalnya saya belum dapat copy dokumen nih dari bank.

Dokumen apalagi ya? Ya pasti semua dokumen sudah lengkap dong, kalo ngga mana bisa bank buat duitnya cair?

Oh. Iya juga ya.

Coba nanti saya bantu deh Mbak nanyain. Udah nanya ke marketingnya? Dulu siapa marketingnya?

Udah. Malah saya telepon juga notarisnya. Katanya sih udah dikirim ke BII berkas saya.

Iya deh, saya bantu nanyain. Nanti saya telpon Mbak.

Ok.

Tuh kan… Baik kan… Selalu saya dibantu. Developer langsung hubungi ke leader person di KPR BII. Menurut sang leader, memang seharusnya ada yang menghubungi saya, entah via telepon atau email. Saya lalu diminta menunggu, mungkin besok saya akan dihubungi oleh KPR BII masalah ini.

T.O.P. Sorenya saya sudah ditelepon. Mengkonfirmasi keinginan saya untuk mendapat copy berkas KPR, dan taraaaaaa…. OK. Dokumen akan disiapkan.

Berapa lama siapnya?

2 hari.

Jadi minggu depan bisa saya ambil ya?

Tunggu konfirmasi dari saya dulu ya. Dikirim juga bisa kok.

Engga, kalo dikirim lama, 12 hari. Saya ambil saja. Di Mangga Dua kan?

Kok tahu 12 hari?

Kata mbak di Customer Service.

Tadi pagi BII telepon lagi, memberi tahu bahwa dokumen saya baru ada polis asuransi kebakaran, polis asuransi jiwa, dan PPJB saja.

Surat Perjanjian Kreditnya?

Belum ada, Mbak.

Kan notaris udah saya telepon. Dia udah kirim ke BII berkas saya itu.

Tapi di sini belum ada. Mbak coba tanyain deh ke notarisnya, siapa yang menerima dokumennya di BII.

Oh. Ok deh.

Akhirnya saya dapat infonya lengkap dari notaris.

Dokumen mbak sudah kami kirim tanggal 24 Nopember 2008 penerimanya Ms. Xxxx Yyyy.

Ok.

Saya sampaikan lagi info tersebut ke KPR BII.

Baik Mbak. Saya cek dulu ke yang bersangkutan. Nanti saya kabari lagi.

Hoi… itu udah 20 hari yang lalu dikirimnya. Kok bisa simpang siur begitu ya? Moga – moga mas KPR BII itu hari Senin nanti akan menelepon saya dengan membawa kabar yang menggembirakan.

Atau saya yang terlalu buru – buru? Soalnya kata temen, biasanya semua copy dokumen baru diserahkan pas serah terima rumah. Hah?! Rumah sekarang kan pada indent semua… Bisa tahun depan dong baru dapet…

Update :

Dapet juga copy dokumennya. Sesuai janji mereka sendiri. Saya ambil dokumennya di Mangga Dua tanggal 24 Desember 2008. Saya kira masalahnya kurang staf kali ya.

Ada yang lucu. Dekat meja saya menunggu (saya lebih dulu datang), seorang Bapak, Ibu, dan anak perempuannya duduk. Ekspresinya kelihatan lelah, saya simpulkan mereka terburu – buru ngacir dari tempatnya masing – masing beraktifitas sebelumnya untuk sampai di Mangga Dua secepat mungkin mereka bisa. Saya curi dengar, sepertinya mau proses AJB.

Saat itu sekitar jam 14.05 WIB. Seorang staf keluar dari dalam (mukanya udah kelihatan bingung) dan menemui keluarga itu.

Selamat siang, Pak. Maaf, ada yang bisa saya bantu?

Saya tadi ditelpon dari KPR BII, katanya saya disuruh ke Mangga Dua untuk AJB jam 2 siang. Di sini kan?

Betul, Pak. Boleh tahu siapa namanya orang kita yang telepon Bapak?

Hehehe… saya tadi lupa ngga nanya namanya, Mas.

Ehm… soalnya begini, Pak. Proses AJB itu seharusnya sama Bagian Legal. Tapi orang Bagian Legal lagi pada ngga ada nih, Pak. Kosong ruangannya.

Si Bapak jadi sewot – sewot geli gitu… Sambil tertawa sinis dia bilang, Trus, kenapa dong saya disuruh datang ke sini jam 2, Mas?”

Aduh KPR BII…

3 thoughts on “KPR BII

  1. BII gitu loh..
    pengalamanku beli reksadana Pundi Reksa Dollar juga ribet.
    muter2 dulu baru dilayani.
    dan selama melayani ditawari produk ini itu yg lain.
    enggak lah ya.
    kan saya cuma mau buka reksadana.
    akhirnya (berapa hari yah aku lupa) bisa goal juga.
    dibandingkan beli reksadana manulife dan reksadana mandiri investa atraktif, beli reksadana di BII lama gitu deh…

    Hehehe… memang suka begitu berarti ya BII? Semoga bisa lebih baik deh pelayanannya di tahun – tahun mendatang.

  2. Menurut saya itu cuma masalah miss comunication, keliatannya sepele tapi bisa bikin nasabah bingung, semoga BII bisa memberikan study atau pelatihan yang terseleksi agar bener2 dimengerti oleh karyawan/ti BII nantinya.

    Semoga dengan dibelinya saham BII dengan May Bank (denger2 pertengahan maret 2009), May Bank yang memiliki aset terbesar di asia dan mempunyai cabang di 17 negara itu dapat memberikan kontribusi yang terbaik terhadap BII dengan adanya inovasi2 terhadap karyawan/ti dan aspek lainnya. Terimakasih… salam

    Memang nasabah itu ditakdirkan untuk bingung hehehe…
    Woooaaahhh… iya itu, harus jadi lebih baik kalau sudah begitu. Pelayanannya juga harus jadi yang terbaik juga di Asia… Setujuh kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s