Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau
18 Juli 2008
Bicara masalah pekerjaan. Jujur saja, saya juga pernah merasa jenuh. Pasti, semua orang. Dan teriming – imingi untuk keluar mencari pekerjaan baru. Waktu itu saya berpikir, mumpung masih muda. Ternyata tidak mudah. Pekerjaan saya yang sekarang kadung tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, meskipun tidak menyimpang jauh banget. Meskipun tidak se’semangat’ 4 tahun yang lalu, saya masih punya rencana untuk ganti pekerjaan. Tapi, mungkin jika saya sudah lebih siap nanti, misalnya sudah menambah kapasitas keilmuan saya dengan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.
Bicara masalah pekerjaan tidak akan lepas dari masalah kompensasi. Salah satu yang mampu ‘memaksa’ saya bertahan di sini dan berusaha ‘menikmati’ pekerjaan saya, ya masalah kompensasi ini. Cukup, saya harus bilang cukup. Saya bisa normal menikmati kehidupan lajang saya, dan masih bisa menabung.
Bicara masalah pekerjaan dan kompensasi, pasti kita akan membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. Ada gunanya? Ada. Untuk menyemangati kita mendapat yang lebih baik. Tapi perlu diingat, rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Jadi syukuri dan nikmati saja apa yang sudah ada di genggaman kita. Berusaha dan berdo’a untuk yang lebih baik, itu harus dan tetep harus.
Hey, kamu yang masih ingin mencari rumput yang lebih hijau, semoga sukses ya! Dan semoga angan – anganmu untuk mendapatkan mertua kaya terkabul.


21 Juli 2008 at 4:48 PM
ah……..saya sudah tidak bekerja……
Hehe saya masih harus, belum ada yang nanggung
.